7.1.09

Pengurus PKNU Cabang Malaysia Dilantik

Ikhtiar Melebarkan Sayap ke Luar Negeri
22 Desember 2008 01:14


KUALA LUMPUR --
Satu lagi partai politik perwakilan Malaysia terbentuk, yaitu Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Kehadiran PKNU bakal ikut meramaikan Pemilu 2009 mendatang di Malaysia bersama 7 partai politik lainnya yang telah lebih dulu berdiri di negeri jiran itu.
Perwakilan PKNU di Malaysia merupakan cabang kedua di luar negeri setelah sebelumnya dibentuk PKNU Cabang Arab Saudi, bulan Ramadhan lalu.

Sekretaris Dewan Syura DPP PKNU Dr H Alwi Shihab mengatakan, PKNU siap merebut suara WNI di Malaysia, terutama warga nahdliyin. "PKNU adalah partai kedelapan yang masuk ke Malaysia. PKNU siap berjuang di Malaysia. Karena itu harus mendapat dukungan dari WNI di sini, terutama sekali warga nahdliyin," ujar Alwi dalam sambutan pembentukan dan pelantikan pengurus PKNU Cabang Malaysia di Sekolah Indonesia, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (21/12/2008).

Alwi mengatakan, PKNU merupakan satu-satunya partai berbasis Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh 17 kiai sepuh yang sebelumnya pernah mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, ke-17 kiai tersebut meninggalkan PKB disebabkan partai tersebut telah tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dikehendaki oleh para kiai pendiri.

"Para ulama pendukung utama PKB menyatakan diri mereka tidak lagi berafiliasi kepada PKB karena ada nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Islam," ungkap mantan Menteri Luar Negeri yang juga mantan Ketua Umum DPP PKB ini.

PKNU, menurut dia, juga tidak khawatir dengan seruan PKB agar warga nahdliyin tidak memilih partai Islam lain yang baru terbentuk menjelang pemilu. "Saya kira seruan itu sebagai rasa ketakutan saja. Warga nahdliyin tidak bisa dipengaruhi begitu saja. Perlu diketahui, warga NU di beberapa daerah dan di luar negeri, termasuk yang di Arab Saudi saja sudah beralih ke PKNU," kata Alwi.

Ketua Dewan Syura DPP PKNU, KH Abdurrochman Chudlori, dalam kesempatan yang sama mengajak WNI di Malaysia untuk berperan aktif dalam pemilu mendatang dengan menyalurkan suara mereka. "Paling tidak sumbangkan suara untuk 5 tahun sekali. Sebab pemilu ini adalah satu-satunya pintu politik untuk mengatur melalui negara," papar pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pelajar Islam (API), Tegalrejo, Magelang ini.

Dalam acara itu hadir juga Minister Consellor Politik KBRI Kuala Lumpur Djoko Hardjanto, perwakilan PPLN dan perwakilan partai politik cabang Malaysia. Hadir juga Ketua Dewan Tanfidz DPW PKNU DKI Jakarta Drs Ma'mun Sholeh.

Jumlah calon pemilih berdasarkan data PPLN Kuala Lumpur lebih kurang 800 ribu dari 2 juta WNI yang tinggal di Malaysia. Dari total jumlah WNI itu, diperkirakan sekitar 7 persen diantaranya memiliki keterikatan secara ideologis dengan NU. (ufi, detik.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar